Posts

Showing posts from November, 2016

Stop me!

Image
Hai Beh... Hari ini ku tau, Ada seorang yang mengaku Katanya, Dia terlalu dipacu Oleh seorang seperti dirimu Katanya, Dalam diam dia simpan pilu Pilu yang memaksanya Untuk bergegas Bersikeras Dan perlahan membuatnya ganas Katanya, Dia lupa Seperti apa rasanya Untuk sejenak berhenti Meresapi Menikmati Katanya, Yang dia tau Dia harus nomor satu Agar orang yang sepertimu itu Anggap dia ada Beh... Sejenak kulihat masa tuaku Sekelibat kulihat bergegasku Dalam tunduk dalamku Aku tak mau begitu Beh... Ingin berhenti Tapi yang kutau hanya berlari                                                 25 oktober 2016

Guru Merdeka!

Image
Membumikan mimpi menjadi frase yang lumayan menohok akhir-akhir ini. Mimpi memang seharusnya mengawang. Jauuuh tinggi dan sulit diraih. Dengan begitu, selayaknya lantas kita menjadi lebih semangat dan berusaha keras menurunkannya hingga berpijak. Dan terwujud. Menyatukan cita-cita dan tujuan seringkali diteriakkan. Lalu berharap dengan cita-cita dan tujuan yang sama, kita semua akan menjadi lebih baik dan mungkin saja sejahtera. Tapi cita-cita dan tujuan yang sama hanyalah omong kosong, ketika kita meributkan cara menggapainya. Memilih menjadi pendidik adalah langkah kecil yang begitu beratnya. Guru masih selalu dipandang kecil dengan kemudian predikat ini disesuaikan dengan penghasilannya. Dan predikat ini menjadi luar biasa besar dan jadi berat saat banyak pihak melihat produk yang dihasilkannya. Pendidik yang belajar masih angan-angan. Keseharian yang dirubungi dengan administrasi yang kehilangan makna karena dibuat untuk formalitas saja. Membuat administrasi ini menjadi...

"Hanya koin penyok yang kutemukan tadi pagi"

Image
Kehilangan hanya untuk orang yang merasa memiliki. Melatih diri dengan memberi kesadaran penuh, bahwa kita datang ke dunia tanpa apapun dan kembali tanpa apapun, adalah tabokan penting. Menemukan cerita ini seperti membentuk gambar bohlam lampu bersinar di atas kepala. Membaca dan menarik hikmah darinya, lumayan cukup memberi rasa longgar ketika menarik nafas yang menghimpit. Semoga saya dapat menularkan sedikit rasa lega itu yaa... 😉                                ------------------- Seorang lelaki berjalan tak tentu arah dgn rasa putus asa. Kondisi finansial keluarganya morat-marit. Saat menyusuri jalanan sepi, kakinya terantuk sesuatu. Ia membungkuk & menggerutu kecewa. "Uh, hanya sebuah koin kuno yang sudah penyok." Meskipun begitu ia membawa koin itu ke bank. "Sebaiknya koin in dibawa ke kolektor uang kuno", kata...