#friendsday , Temanmu banyak?
Hari ini hari pertemanan, info dari facebook. Agak senang juga dibuatkan video yang didalamnya ada cuplikan foto-foto teman-teman terdekat saya. Eh, selamat hari pertemanan lho. Temanmu banyak? Tapi banyak sedikitnya tidak penting juga. Buat apa banyak tapi menikam dari belakang. Eeaa... curcol niyee... π
Teman saya mungkin tidak bisa dibilang banyak. Jika teman yang dimaksud adalah orang-orang yang berinteraksi dengan kita, berada di sekeliling, dan mungkin mengerjakan hal yang saling bersinggungan bersama-sama, alhamdulillahnya saya punya banyak.
Tapi sedikit sekali dari mereka yang akhirnya saya kenal lebih jauh. Maksudnya jadi bersahabat.
Sahabat yang saya punya tidak bertambah terlalu signifikan dalam satu dekade terakhir. Kasihan ya... haha... Saya cenderung membutuhkan waktu panjang untuk menilai seseorang hingga akhirnya bisa saya kategorikan bisa dikenal cukup jauh. Dari yang sedikit itu, rata-rata mereka adalah laki-laki. Ada yang perempuan, tapi ini jumlahnya cenderung tidak bertambah. Jadi teman perempuan saya benar-benar teman dari masa kecil piyik-piyik gitu. Dari masih kinyis-kinyis lugu. Sampai kami menggelembung disana-sini. Awet.
Atau teman kuliah yang hingga hari ini masih teman curhat paling asik sejagad maya dan nyata. Halah.
Laki-laki dan perempuan tidak bisa berteman. Apalagi bersahabat. Pernah dengar seseorang yang bicara begini? Sering ya.
Pertanyaan saya, kenapa tidak?
Bersahabat dengan laki-laki menurut saya menyenangkan. Kita ga perlu jaim. Karena kaum laki-laki biasa apa adanya. Awalnya mungkin agak jaim dikit sih. Biasanya yang perempuan. Tapi lama kelamaan, bersama mereka nyaman. Jadi, ya udah, apa adanya aja.
Bisa ngobrol nyambung mengenai banyak hal itu asik. Ga perlu pilih-pilih pakai kata yang susah njlimet yang ribet disebut. Jadi bisa santai. Tapi pesan tetap tersampaikan. Beugh. Mantep kan?
Naik gunung bareng teman-teman laki-laki itu lebih asik lagi. Kenapa? Karena mereka yang bawa semua barang. Wkwkwk... Percaya deh, mereka ga akan berdiam diri liat temen perempuannya bawa tas yang (kliatannya) gede itu. Dan lagi, mereka akan nurut untuk beristirahat sebanyak yang kita mau. Walaupun kalau udah terlalu sering minta istirahat, mereka bakal beri hukum tatap (-_-). Haha...
Nonton konser bareng sahabat laki-laki juga seru. Sebelum konser dimulai, dia akan beliin banyak gelang phospor (yang bisa nyala itu lho...). Pasang gelang itu di tangan kanan lo, tangan kiri lo, beberapa gelang dijadikan satu - jadi kalung-. Begitu konser dimulai, dia akan melindungi kita dari himpitan para suporter (eh fans) artees yang lagi konser itu. Jadilah dia menghalau massa, dan kita bisa nyenyong-nyenyong dengan cerianya. Tereak-tereak pulaa. Dan dia bisa cek kita ada dimana. Kenapa? Karena kedua tangan dan leher gw nyala. Hohoho... pinter kaaan.
Perlu diantar ke tempat yang jauh? Oh.. jangan khawatir. Dengan sahabat laki-laki yang siap sedia, itu adalah hal mudah. Setelah berhasil bangunin dia sepagi yang kita bisa π₯
Kalau dia lagi kaya, udah diantar, diongkosin pula. Tapi kalo kere, dia bilang aja. Ga apa-apa kita yang bayar ongkos, asal dia bisa mandi dulu sebelum brangkat. Ini penting!
Naik turun angkot masuk terminal yang banyak copet atau jambret? Eits.. santai. Kanan kiri ada bodyguard yang siap jagain. Sempet sih (hampir) kejambret. Refleks tuh jambret dikejar. Tapi saya teriak, "woooii.. ga kenaa. Kalung gw masih adaa". Haha..
Pernah patah hati curhat ke temen perempuan. Ah ini sedih. Ditemenin nangisnya. Berasa ada teman senasib sepenanggungan. Hiks hiks..
Tapi kalo curhatnya ke sahabat yang laki-laki, jangan harap dia ikut nangis. Yang ada dia nyuruh kita cuci muka, trus jalan-jalan. Beli gorengan. Eh bukan.. yaa jalan-jalan aja biar lupa. Bisa ketawa-ketawa lagi. Dan rasa kepingin nangis bakal berkurang drastis. Daripada mantan yang bikin nangis dipu***in. Huhu..
Sahabat laki-laki tuh ga baperan. Jadi lebih santai. Ngga apa-apa dimasukin ke hati. Sarkasme itu bahasa sehari-hari. Hidiih... tapi emang. Bukan kasar, tapi.. eh ini gimana jelasinnya ya. Ya gitu deh.
Sebagian besar laki-laki itu logic banget. Dia ga akan mendramatisir sesuatu. Semua jadi sederhana. Buat saya, logika kaum adam ini seringkali bisa membantu mengurai benang kusut di kepala. Dia akan dengan santainya bilang kapan kita berlebihan menyikapi suatu urusan.
Sebagian besar laki-laki? Iyaa.. sebagian besar ajah. Yang sebagian kecilnya yang modelnya ribet. Ngomong depan lain belakang lain. Yang kayak gini ga asik buat ditemenin.
Trus kalo ada yang bilang, bersahabat dengan laki-laki bakal terjebak dalam perasaan suka-cinta-apalah-apalah... Menurut saya, balik lagi aja ke niat sebelumnya. Kalau niatnya emang lurus, ga ada tuh kejadian yang aneh-aneh.
Jadi.. balik lagi ke orangnya ya.
Trus, kalau dituduh punya affair dengan sahabat laki-lakinya gimana?
Gampang.
Saya tidak hidup untuk meluruskan prasangka anda sekalian. Anda yang bertanggung jawab dengan yang anda sangkakan. Ya kan?
Done!

Comments
Post a Comment